Syarat nikah harus dipenuhi

صحيح البخاري ٤٧٥٤: حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ هِشَامُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحَقُّ مَا أَوْفَيْتُمْ مِنْ الشُّرُوطِ أَنْ تُوفُوا بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ

Terjemah Hadits

Telah menceritakan kepada kami Abul Walid Hisyam bin Abdul Malik Telah menceritakan kepada kami Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Abul Khair dari Uqbah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Syarat yang paling berhak untuk kalian penuhi adalah, syarat yang dengannya farji dihalalkan (menikah)." (Shahih Bukhari: 4754)

Kosa Kata Hadits

Penulis kitab Al Ikmal berkata, Inna ahaqqa di sini bermakna aula (lebih utama) menurut kebanyalan ulama.
Asy-yuruth: jamak dari Syartun, dalam hal ini maksudnya syarat-syarat yang dibolehkan berkaitan dengan nikah dan tidak menafikan hal-hal yang dituntut dalam akad seperti mahar dan bentuknya, dan tempat tinggal.
Ma Istahlaltum Bih: maksudnya menjadi halal bagi kalian, kebalikan dari haram.
Al Furuj: jamak dari farjun. Pada dasarnya lafadz ini menunjukan sesuatu yang terbuka, seperti celah atau lubang yang terdapat pada tembok, ia membuka diantara dua sesuatu, luar dan dalam. Lafadz faraj juga bisa diartikan dalam hal-hal maknawi, seperti tafrij asy-syiddah, maksudya menghilangkan kesusahan. Demikian pula faraj yang bersumber dari manusia diartiakan sebagai qubul dan dubur, karena keduanya sama-sama terbuka dan berlubang.

Tahrij Hadits

1. Sahih Bukhori: No. 4754
2. Sunan Tirmidzi: No. 1046
3. Sunan Abu Daud: No. 1827
4. Sunan Nasa’i: No. 3229, 3230
5. Musnad Ahmad: No. 16722, 16736,
6. Sunan Ad Darimi: No. 2106

Faidah Hadits

1. Syarat adalah kewajiban salah satu pihak yang berakad terhadap pihak lain lantaran suatu akan yang diselenggarakan. Suatu syarat memiliki manfaat dan tujuan yang shahih sehingga mesti dipenuhi berdasarkan hadirs Rasulullah SAW yang artinya, “kaum muslim tergantung pada syarat-syarat yang mereka buat”.

2. Syaikhul Islam berpendapat bahwa pada hukum asal, semua akad dan syarat adalah boleh dan sah, kecuali ada dalil syara’ yang mengharamkan dan menganggapnya batal.

3. Hadits ini menunjukan kewajiban memenuhi syarat dalam suatu akad sebagaimana firman Alloh SWT yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” (QS. Al-Maidah:1)

4. Yang dimaksud dengan syarat yang paling berhak atau utama yang mesti dipenuhi adalah syarat-syarat dalam nikah. Karena akd nikah merupakan perkara yang sangat hati-hati sehingga untuk memenuhi syarat-syaratnya menjadi hal yang sangat bernilai bagi wanita untuk melindungi eksistensi dirinya.

Tidak ada komentar

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.